Pria di Persimpangan Jalan

Posted: February 18, 2016 in Cerpen

Dia adalah seorang pria biasa yang baru lahir dari waktu. Ini adalah waktunya untuk berani berjalan menelusuri dunia yang belum pernah ia ketahui sebelumnya.

Berawal dari waktu kehancuran tempat asalnya yaitu keluarga, dia berusaha untuk bangkit dan mencari arti hidup lainnya. Walaupun dia belum tahu harus kemana tapi dengan keteguhan hati dia tetap terus berjalan, maju kedepan. Di jalan yang lurus ini dia tidak menemukan kesulitan yang berarti dan tetap tersenyum melihat jalan, langit, dan pemandangan di samping kanan dan kirinya. Sekalipun dia tidak berniat untuk menoleh ke belakang.

Namun ketika berada di persimpangan jalan, ia tidak tahu harus mengambil jalan yang mana. Tapi ia harus tetap berjalan. Harus memilih antara jalan cinta atau sahabat. “aach.. apa itu cinta? saya sudah lupa”, pikirnya. Akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan ke jalan sahabat.

Dijalan ini dia belajar dan berusaha mencari dan menjadi teman sejati. Semua kenangan dan prosesnya diukir oleh waktu. Semua berjalan sempurna ketika ia menemukan teman yang peduli dengannya. Awalnya ia tidak mengetahui apa yang harus dilakukan agar menjadi sahabat yang baik. Yang dia tau hanya perlu membalas kebaikan yang sudah diberikan sahabat kepadanya. Pada akhirnya ia merasakan kehangatan dan kebahagiaan dari seorang sahabat. Namun pada suatu saat ia termenung melihat sahabatnya memiliki hal yang tidak ia miliki yaitu keluarga. Untuk pertama kalinya selama perjalanan, ia menoleh ke masa lalu, menoleh ke tempat ia berasal. Tapi ia berpikir bahwa keluarga yang sudah hancur tidak akan bisa diperbaiki lagi. Dari jalan sahabat yang ia ambil ini, ia berjalan melawan arah tapi tetap berjalan maju menuju persimpangan yang sebelumnya ia lewati.

Pria ini berpikir kalau dia sudah pernah menjadi sahabat yang baik. “Mengapa kali ini tidak aku coba ambil jalan cinta?”. Yup, akhirnya ia langkahkan kaki menuju jalan cinta. Kesulitan yang ia hadapi kali adalah menemukan cinta yang tepat untuknya. Dia menemukan wanita yang ia cintai namun wanita itu hanya melihat materi. Ia berhasil menemukan wanita yang tidak mencintai materinya belaka namun dengan perbedaan usia, ia merasa tidak cocok. Lalu ia terus berjalan hingga akhirnya menemukan wanita yang cocok, ia yakin akan bahagia dengan wanita ini namun apa daya jika wanita ini sudah milik orang lain. Dia merasakan pahitnya cinta, lelah dan termenung bagaimana cara melalui ini semua dan mendapat kebahagiaan hidup. Ia berpikir dengan jernih dengan pengalaman dan perjalanan yang pernah ia ambil. “Aku mungkin tidak bisa memperbaiki keluargaku yang sudah hancur, tapi aku pernah merasakan keluarga berada dalam persahabatanku. Mungkin cinta juga bisa melahirkan keluarga yang baru untukku tapi mungkin itu nanti karena aku belum bisa menemukan cinta sejatiku. Dan mungkin saja aku bisa menemukan cinta dalam jalan sahabat”. Ia senang sekali bisa menemukan jawabannya. Kemudian ia berlari kencang ke arah jalan sahabat. Dengan penuh harapan pria ini yakin suatu saat akan menemukan kebahagiaan sejati.

 

> Sahabat, mungkin kita pernah lelah dan berpikir selalu mengambil jalan yang salah.Mungkin kita pernah merasakan sakit dan kesedihan dalam menjalani hidup. Tapi ketahuilah, tidak ada jalan yang salah jika pada akhirnya kita dapat mengetahui dan mengambil hikmah dari semua jalan yang pernah kita lalui. 🙂

 

Thanks for reading..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s